Perbuatan Melawan Hukum Penggunaan Sertifikat Hak atas Tanah Palsu sebagai Dasar Gugatan Pembatalan Hak atas Tanah (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1520 K/PDT/2024)

Main Article Content

Nabila Khoirunnisa
Muhamad Faiz Athaya
Kenneth Nathanael Ardianto
Mochammad Fahmi Munir

Abstract

This study aims to analyze the unlawful use of forged land title certificates as the basis for claims seeking the cancellation of land rights and to examine inconsistencies in the legal basis, the object of the right, and the subject of the right within Indonesia's land registration system. The study employs a normative legal method using statutory, conceptual, and case approaches through an analysis of Supreme Court Decision Number 1520 K/PDT/2024. The findings show that the use of a forged certificate that is not registered in the administration of the National Land Agency fulfills the elements of an unlawful act under Article 1365 of the Indonesian Civil Code because it involves an unlawful act, fault, loss, and a causal relationship. The study also finds that the issuance of a certificate that is inconsistent with the legal basis, object, and subject of the right contravenes the Basic Agrarian Law, Government Regulation Number 24 of 1997, and Government Regulation Number 18 of 2021. Indonesia's negative publication system with positive tendencies continues to allow document forgery and land disputes to occur. Therefore, strengthening a digital-based land administration system and improving oversight of the certificate issuance process are necessary to ensure legal certainty and protection of land rights.

Article Details

How to Cite
Khoirunnisa, N., Athaya, M. F., Ardianto, K. N., & Munir, M. F. (2026). Perbuatan Melawan Hukum Penggunaan Sertifikat Hak atas Tanah Palsu sebagai Dasar Gugatan Pembatalan Hak atas Tanah: (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1520 K/PDT/2024). Sanskara Hukum Dan HAM, 5(01), 154–166. https://doi.org/10.58812/shh.v5i01.871
Section
Articles

References

Badrulzaman, M. D. (2001). Kompilasi hukum perikatan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Black, H. C. (1990). Black’s Law Dictionary (6th ed.). St. Paul: West Publishing.

Djojodirdjo, M. A. M. (1982). Perbuatan Melawan Hukum: Tanggung Gugat (Aansprakelijkheid) untuk Kerugian yang Disebabkan karena Perbuatan Melawan Hukum (2nd ed.). Pradnya Paramita.

Fuady, M. (2017). Perbuatan melawan hukum: Pendekatan kontemporer. Bandung: Citra Aditya Bakti. ISBN: 978-979-491-045-0.

Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat di Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu.

Hamzah, A. (2014). Asas-asas hukum pidana. Jakarta: Rineka Cipta.

Harahap, M. Y. (2005). Hukum acara perdata. Jakarta: Sinar Grafika.

Harsono, B. (2008). Hukum agraria Indonesia: Sejarah pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, isi dan pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan. ISBN: 978-979-428-678-4.

Ibrahim, J. (2013). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Malang: Bayumedia Publishing.

Ismail, N. (2012). Arah politik hukum pertanahan dan perlindungan kepemilikan tanah masyarakat. Yogyakarta: STPN Press.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Mertokusumo, S. (2019). Perbuatan melawan hukum oleh pemerintah. Yogyakarta: Maha Karya Pustaka.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Parlindungan, A. P. (2009). Pendaftaran tanah di Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah.

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Prodjodikoro, W. (2000). Perbuatan melanggar hukum. Bandung: Mandar Maju.

Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1520 K/PDT/2024.

Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 934/Pdt.G/2022/PN Tng.

Putusan Pengadilan Tinggi Banten Nomor 214/PDT/2023/PT BTN.

Rahardjo, S. (2000). Ilmu hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Salindeho, J. (2013). Masalah tanah dalam pembangunan. Jakarta: Sinar Grafika.

Santoso, U. (2012). Hukum agraria: Kajian komprehensif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Soekanto, S. (2014). Pengantar penelitian hukum. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: Rajawali Pers.

Soerodjo, I. (2003). Kepastian hukum hak atas tanah di Indonesia. Surabaya: Arkola.

Subekti, R. (2003). Pokok-pokok hukum perdata. Jakarta: Intermasa.

Sutedi, A. (2007). Peralihan hak atas tanah dan pendaftarannya. Jakarta: Sinar Grafika.

Sutedi, A. (2010). Sertifikat hak atas tanah. Jakarta: Sinar Grafika.

Syarief, E. (2014). Menuntaskan sengketa tanah melalui pengadilan khusus pertanahan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria