Sanskara Ilmu Sosial dan Humaniora https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish <p>Sanskara Ilmu Sosial dan Humaniora dengan nomor registrasi ISSN <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/3031-8505">3031-8505</a> (Online) adalah jurnal akademik yang memfokuskan pada topik-topik terkait Ilmu Sosial dan Humaniora di Indonesia dan Asia Tenggara. Jurnal ini diterbitkan tiga kali setahun (April, Agustus, dan Desember) secara teratur oleh <a href="https://eastasouth-institute.com/jurnal/">Eastasouth Institute</a>. Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel berkualitas tinggi yang berisi analisis kritis, pemikiran inovatif, dan hasil penelitian terbaru dalam bidang Ilmu Sosial dan Humaniora.</p> <p>Sanskara Ilmu Sosial dan Humaniora mempunyai cakupan yang luas, meliputi topik-topik seperti Sosiologi, Antropologi, Psikologi, Ilmu Politik, Ekonomi, Pendidikan, Linguistik dan Studi Bahasa, Sejarah, Filsafat, Studi Budaya. Jurnal ini menerima artikel penelitian, tinjauan literatur, studi kasus, dan artikel teoritis yang membahas berbagai fenomena sosial, budaya, dan humaniora.</p> <p>Tujuan dari Sanskara Ilmu Sosial dan Humaniora adalah untuk memfasilitasi diskusi ilmiah dan mendorong pengembangan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang Ilmu Sosial dan Humanioradi Indonesia dan Asia Tenggara. Jurnal ini berkomitmen untuk mempublikasikan artikel-artikel yang inovatif, orisinal, dan berkontribusi pada pengembangan teori dan praktik Ilmu Sosial dan Humaniora secara global.</p> <p>Sanskara Ilmu Sosial dan Humaniora memiliki kebijakan etika publikasi yang ketat, serta memastikan bahwa setiap artikel yang diterbitkan melalui jurnal ini telah melalui proses review yang obyektif dan terhadap standar etika publikasi yang tinggi. Jurnal ini juga mempunyai kebijakan open access, sehingga artikel-artikel yang dipublikasikan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat umum dan masyarakat akademik secara global.</p> en-US journalsanskara@gmail.com (Sanskara Ilmu Sosial dan Humaniora) rani.eka@eastasouth-institute.com (Rani Eka Arini, S.M.) Wed, 31 Dec 2025 10:09:43 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Peran Kearifan Lokal dalam Memperkuat Kohesi Sosial di Komunitas Pedesaan di Indonesia https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/722 <p>Penelitian ini mengkaji peran kearifan lokal dalam memperkuat kohesi sosial di komunitas pedesaan di Indonesia menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Kearifan lokal, yang diwujudkan melalui nilai-nilai tradisional, norma-norma komunal, dan praktik kolektif seperti kerja sama mutual dan pengambilan keputusan secara musyawarah, dianggap sebagai sumber daya sosial yang penting dalam masyarakat pedesaan. Data dikumpulkan dari 150 responden menggunakan kuesioner terstruktur yang diukur dengan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 25, dengan menerapkan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, serta analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijaksanaan lokal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kohesi sosial, dengan koefisien regresi dan daya penjelas sebesar 52,0%. Temuan ini menunjukkan bahwa kepatuhan yang kuat terhadap kebijaksanaan lokal berkontribusi pada tingkat kepercayaan, kerja sama, dan rasa memiliki yang lebih tinggi di antara anggota komunitas. Studi ini memberikan bukti empiris bahwa kebijaksanaan lokal tetap relevan dalam menjaga harmoni sosial dan menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam inisiatif pengembangan pedesaan dan pemberdayaan komunitas.</p> Arief Fahmi Lubis Copyright (c) 2025 Arief Fahmi Lubis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/722 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Tinjauan Bibliometrik Kearifan Lokal dalam Penelitian Kohesi Sosial (2000–2025) https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/713 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis perkembangan kajian kearifan lokal dalam penelitian kohesi sosial selama periode 2000–2025 melalui pendekatan bibliometrik. Studi ini menggunakan basis data Scopus sebagai sumber utama dan memanfaatkan VOSviewer untuk melakukan science mapping yang mencakup analisis jaringan kata kunci, tren temporal, kolaborasi penulis, institusi, dan negara, serta pemetaan kepadatan tema. Hasil analisis menunjukkan bahwa local wisdom menempati posisi sentral dalam struktur intelektual penelitian kohesi sosial dan terhubung erat dengan tema keberlanjutan, pengelolaan lingkungan, pendidikan, dan tata kelola lokal. Secara temporal, penelitian kearifan lokal mengalami pergeseran dari kajian deskriptif berbasis tradisi menuju pendekatan yang lebih aplikatif dan integratif dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan dan penguatan ikatan sosial. Analisis kolaborasi mengungkapkan bahwa produksi pengetahuan masih didominasi oleh jejaring institusi dan negara tertentu, terutama Indonesia, dengan tingkat kolaborasi internasional yang relatif terbatas. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber daya konseptual dan praktis yang relevan dalam memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika perubahan sosial global. Studi ini memberikan kontribusi berupa peta pengetahuan komprehensif yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan agenda riset lanjutan dan perumusan kebijakan sosial berbasis konteks lokal.</p> Loso Judijanto Copyright (c) 2025 Loso Judijanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/713 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Analisis Resepsi Climate Crisis Pada Film Earth Defender Karya Kynantegar https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/695 <p>Krisis iklim merupakan isu global mendesak yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti deforestasi, peningkatan emisi gas rumah kaca, dan pemanasan global, yang berdampak serius terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat adat di Indonesia. Film pendek Earth Defender karya Kynantegar menampilkan representasi perjuangan masyarakat Dayak Iban di Sungai Utik dalam mempertahankan hutan Kalimantan dari kerusakan lingkungan, sehingga penting untuk memahami bagaimana audiens menerima dan memaknai pesan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi audiens terhadap representasi krisis iklim dalam film Earth Defender. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis resepsi Stuart Hall. Populasi penelitian meliputi individu yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, dengan metode penentuan sampel purposive dan jumlah sampel lima informan yang terdiri dari mahasiswa serta aktivis lingkungan dari Kalimantan dan Jawa Barat. Data diperoleh melalui dokumentasi film dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model resepsi Jensen dengan klasifikasi posisi Dominan/Hegemonik, Negosiasi, dan Oposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan berada pada posisi dominant-hegemonic reading, menerima pesan lingkungan sesuai maksud pembuat film. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus spesifik terhadap resepsi isu krisis iklim dalam film komunitas adat. Implikasi penelitian menegaskan bahwa film pendek dapat menjadi instrumen komunikasi efektif untuk meningkatkan kesadaran ekologis dan mendorong tindakan pelestarian lingkungan.</p> Muhamad Qois Indika Suherman, Rinta Arina Manasikana Copyright (c) 2025 Muhamad Qois Indika Suherman, Rinta Arina Manasikana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/695 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Strategi Komunikasi KPU Sleman Dalam Menjalankan Tugas dan Fungsi KPU Pada Pemilu di Kabupaten Sleman Yogyakarta https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/667 <p>Pemilihan umum (pemilu) merupakan instrumen penting dalam sistem demokrasi Indonesia yang menuntut keterlibatan aktif masyarakat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi politik melalui strategi komunikasi yang efektif, transparan, dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi KPU Sleman dalam menjalankan tugas dan fungsinya pada pemilu di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.<br>Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan untuk memahami bagaimana strategi komunikasi dirumuskan, faktor pendukung serta penghambatnya, dan sejauh mana strategi tersebut berkontribusi pada peningkatan partisipasi pemilih.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi KPU Sleman diarahkan pada peningkatan partisipasi pemilih dengan memanfaatkan media sosial (Instagram, TikTok, YouTube, Facebook) serta forum tatap muka untuk menjangkau audiens dengan karakteristik berbeda. Penyesuaian komunikasi dilakukan terutama untuk pemilih pemula (Generasi Z) melalui pendekatan kreatif seperti pemutaran film dokumenter, konten edukatif, serta kolaborasi dengan komunitas. Tantangan yang dihadapi mencakup keragaman karakter pemilih, keterbatasan literasi digital, serta isu sensitif yang menuntut gaya komunikasi netral dan sesuai regulasi.<br>Kesimpulannya, strategi komunikasi KPU Sleman berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperkuat kesadaran politik publik. Namun, optimalisasi masih diperlukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan jangkauan sosialisasi, serta evaluasi berkelanjutan agar strategi komunikasi semakin efektif dan inklusif.</p> Raynata Vallerina, Herlambang Jati Kusumo Copyright (c) 2025 Raynata Vallerina, Herlambang Jati Kusumo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/667 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Tinjauan Bibliometrik Reproduksi Kultural pada Pendidikan Nonformal Masyarakat Lokal https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/712 <p>Pendidikan nonformal memainkan peran penting dalam proses reproduksi kultural masyarakat lokal melalui transmisi nilai, pengetahuan, dan praktik sosial lintas generasi. Meskipun kajian mengenai reproduksi kultural dalam pendidikan nonformal terus berkembang, pemetaan sistematis terhadap struktur dan dinamika pengetahuan ilmiah di bidang ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap penelitian mengenai reproduksi kultural pada pendidikan nonformal masyarakat lokal menggunakan pendekatan bibliometrik. Data bibliografis diperoleh dari database Scopus dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk mengidentifikasi pola ko-kemunculan kata kunci, ko-sitasi penulis, serta jejaring kolaborasi institusi dan negara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan menempati posisi paling sentral dan berfungsi sebagai penghubung antara perspektif budaya, kesehatan, demografi, organisasi, dan pembangunan sosial. Temuan juga mengungkap adanya pergeseran fokus penelitian dari pendekatan institusional menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan aplikatif, khususnya dalam konteks masyarakat lokal dan negara berkembang. Studi ini memberikan kontribusi dengan menyajikan peta evolusi pengetahuan yang komprehensif, sekaligus membuka peluang pengembangan agenda riset lanjutan yang lebih integratif dan kontekstual dalam kajian pendidikan nonformal dan reproduksi kultural masyarakat lokal.</p> Loso Judijanto Copyright (c) 2025 Loso Judijanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/712 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Pemetaan Bibliometrik Etnografi Sosio-Digital pada Studi Komunitas Daring https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/711 <p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental cara komunitas terbentuk, berinteraksi, dan memproduksi makna sosial dalam ruang daring. Transformasi ini mendorong lahirnya etnografi sosio-digital sebagai pendekatan metodologis yang mampu menjelaskan praktik sosial, budaya, dan relasi manusia–teknologi dalam ekosistem digital. Namun, pesatnya pertumbuhan publikasi dalam bidang ini juga menimbulkan fragmentasi pengetahuan dan kurangnya pemetaan keilmuan yang komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan literatur etnografi sosio-digital pada studi komunitas daring melalui pendekatan bibliometrik. Penelitian menggunakan basis data Scopus dengan analisis visualisasi ilmiah berbantuan VOSviewer, meliputi analisis jaringan kata kunci, tren temporal, kolaborasi penulis, institusi, dan negara, serta pemetaan densitas tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ethnography dan Digital Ethnography merupakan konsep inti yang mendominasi struktur intelektual bidang ini, dengan pergeseran tematik dari orientasi teknologi-sentris menuju pendekatan yang lebih humanistik dan berfokus pada pengalaman sosial-budaya pengguna. Selain itu, kolaborasi ilmiah bersifat global namun masih terpusat pada negara dan institusi tertentu di Global North. Studi ini menegaskan bahwa etnografi sosio-digital tidak hanya mempertahankan relevansi metodologisnya di era digital, tetapi juga terus berkembang sebagai jembatan konseptual antara kajian budaya, teknologi, dan komunitas daring, serta menyediakan dasar strategis bagi pengembangan riset lanjutan yang lebih inklusif dan kontekstual.</p> Loso Judijanto Copyright (c) 2025 Loso Judijanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/711 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Diplomasi, Perdagangan, dan Kolonialisme: Relasi Siam–Hindia Belanda dalam Perspektif Sejarah https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/631 <p>Penelitian ini menganalisis hubungan bilateral yang bersejarah dan berkembang antara Siam, Thailand modern, dan Hindia Belanda, Indonesia modern, dari titik awal hubungan mereka hingga era pasca-revolusi nasional Indonesia. Diskusi ini mencakup sudut pandang diplomatik, ekonomi, dan budaya antara kedua negara, dengan fokus pada peristiwa-peristiwa bersejarah yang penting, kerja sama perdagangan, dan dampak kolonialisme. Dengan menggunakan metode sejarah, penelitian ini juga membahas bagaimana hubungan tersebut bertransformasi dan diperkuat setelah Hindia Belanda memperoleh kemerdekaan pada tahun 1949, menjadi Indonesia, setelah Konferensi Meja Bundar, dan bagaimana kedua negara menavigasi posisi dan peran mereka di Asia Tenggara. Penelitian ini menggunakan sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk arsip, buku, artikel, dan karya ilmiah lainnya, untuk memberikan analisis yang komprehensif mengenai hubungan kedua negara.</p> Akhdiat Dimas Abimanyu Copyright (c) 2025 Akhdiat Dimas Abimanyu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/631 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Kyai dan Self Efficacy Terhadap Intensi Berwirausaha Santri Pondok Pesantren Nurul Amanah Bangkalan https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/689 <p>Tingkat kewirausahaan di Indonesia yang baru mencapai 3,47% masih tertinggal jauh dari target negara maju sebesar 12%, sehingga menuntut peran aktif dari sektor pendidikan seperti pondok pesantren untuk mengoptimalkan potensi santri. Meskipun pesantren memiliki populasi yang besar, pengembangan jiwa kewirausahaan sering kali terkendala oleh keterbatasan teknologi, sumber daya manusia, serta kurikulum yang dominan pada aspek keagamaan maupun minat santri dalam berwirausaha. Dalam hal ini, Kyai dengan gaya kepemimpinannya menjadi faktor eksternal yang krusial dalam mendorong intensi berwirausaha santri. Di sisi lain, self efficacy sebagai faktor internal yang mencerminkan sejauh mana santri meyakini kemampuan dirinya dalam menjalankan sebuah usaha. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan mengalisis bagaimana kepemimpinan demokratis Kyai dan self efficacy memengaruhi intensi berwirausaha santri di Pondok Pesantren Nurul Amanah Bangkalan. Melalui pendekatan kuantitatif kausal terhadap 95 responden sebagai sampelyang ditentukan melalui teknik purposive sampling, yang mana kriterianya adalah santri yang berpartisipasi aktif dalam program kewirausahaan pesantren atau telah mengikuti praktek kerja lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik figur kepemimpinan demokratis Kyai maupun self efficacy memiliki dampak positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha santri, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan gaya kepemimpinan yang terbuka dan peningkatan kepercayaan diri santri sebagai strategi krusial untuk mencetak pengusaha muda dari lingkungan pesantren.</p> Wafiqotul Karimah Zain, Ika Widiyastuti, Zainal Abidin, Edy Purwanto, Yuliati Hotifah Copyright (c) 2025 Wafiqotul Karimah Zain, Ika Widiyastuti, Zainal Abidin, Edy Purwanto, Yuliati Hotifah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/689 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Potret Perilaku Pemilih Pemula dan Dinamika Kesiapannya dalam Mengikuti Pemilu: Studi Fenomenologi pada Siswa Sekolah Menengah Atas Sederajat di Kota Serang https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/647 <p>Fokus artikel ini ialah memotret perilaku pemilih pemula yaitu para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dan menyelisik kesiapan mereka dalam menggunakan hak pilih pada Pemilu dan Pilkada 2024 lalu. Urgensi kajian ini menyoal perdebatan batas usia pemilih di Indonesia, serta interseksi antara literasi politik, kesiapan, dan aksesibilitas politik yang dialektik, yakni satu sisi mereka sudah diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam pemilu, Namun aturan sekolah menegaskan larangan berpolitik praktis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Creswell, melalui wawancara mendalam kepada para siswa SMA sederajat di Kota Serang, Banten. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas informan menegaskan bahwa mereka sebagai pemilih pemula menilai dengan usia mereka yang masih 17 tahun menganggap belum matang untuk memilih karena keterbatasan pemahaman teknis dan substantif, serta lebih merasa siap pada usia 18–20 tahun. Rekonstruksi dan proyeksi atas temuan ini adalah perlunya peninjauan kembali kebijakan usia pemilih dari 17 tahun menjadi 18 tahun atau sedang berkuliah. Hal ini didasarkan pada kesiapan partisipasi tidak hanya sekedar ditentukan oleh umur, melainkan oleh ekosistem pendidikan politik yang menyertainya.</p> Yeby Ma'asan Mayrudin, Siti Dinda Rahayu, Dita Amalia Copyright (c) 2025 Yeby Ma'asan Mayrudin, Siti Dinda Rahayu, Dita Amalia https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/647 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Efektivitas Mewarnai Mandala Untuk Menurunkan Gejala Stres Pasca Trauma (PTSD) Pada Penyintas Gempa Sulawesi Barat https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/549 <p style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektitivitas mewarnai mandala untuk menurunkan gejala stres pasca trauma pada penyintas gempa Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian <em>the untreated control group design with dependent pretest and posttest samples</em><em>. </em>Partisipan dalam penelitian ini adalah wanita berusia 19-23 tahun yang memiliki gejala stres pasca trauma (N=10) yang terbagi kedalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol (N=5) dan kelompok eksperimen (N=5). Alat ukur yang digunakan adalah <em>Impact of Event Scale-Revised</em> (IES-R). Teknik analisis data menggunakan <em>Mann-Whitney </em>dan <em>Wilcoxon signed-rank test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mewarnai mandala efektif untuk menurunkan gejala stres pasca trauma (ρ=0,008) dengan efek sebesar 1,000 dan masuk pada kategori besar. Ada perbedaan skor gejala stres pasca trauma pada kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan (M=40,800,ρ=0,031) dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan (M=73,400,ρ=0,574).</p> Andini Bhestari Suradi, Widyastuti Widyastuti, Ahmad Ridfah Copyright (c) 2025 Andini Bhestari Suradi, Widyastuti Widyastuti, Ahmad Ridfah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/549 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Galeri Wayang Purwakarta sebagai Inovasi Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam Melestarikan Budaya Indonesia https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/680 <p>Kurang dikenalnya wayang sebagai budaya khas Indonesia oleh generasi muda saat ini, menimbulkan permasalahan yang krusial dalam bidang kebudayaan nasional. Permasalahan tentang kurang dikenalnya wayang tersebut, menyebabkan klaim kepemilikan wayang oleh negara lain. Berlatar belakang dari permasalahan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggagas dan mendirikan Galeri Wayang Purwakarta sebagai inovasi untuk melestarikan wayang sebagai kebudayaan Indonesia. Penelitian tentang Galeri Wayang Purwakarta sebagai Inovasi Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam melestarikan budaya Indonesia ini, bertujuan untuk mengungkap lebih dalam tentang dua realitas berikut, yaitu: (1) Galeri Wayang Purwakarta sebagai Inovasi dalam Bidang Kebudayaan; (2) Strategi Melestarikan Budaya Indonesia melalui Galeri Wayang Purwakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka didapatkan dua temuan penting dalam penelitian ini, yaitu: (1) Galeri Wayang Purwakarta sebagai inovasi dalam bidang kebudayaan memiliki dua fungsi, yakni untuk melestarikan wayang sebagai warisan budaya Indonesia dan memperkenalkan budaya wayang kepada generasi muda; (2) Strategi melestarikan budaya Indonesia melalui Galeri Wayang Purwakarta dilakukan dengan tiga cara, yakni menjadikan Galeri Wayang sebagai tempat rekreasi, menjadikan Galeri Wayang sebagai sarana edukasi, dan menjadikan Galeri Wayang sebagai media sosialisasi. Temuan dalam hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi upaya pelestarian dan pengenalan tradisi, kesenian dan kebudayaan nasional, agar kebudayaan nasional bisa terus eksis mengikuti perkembangan zaman.</p> Faisal Muzzamil, Sulastri Sulastri, Muhammad Hasbi Maulana Copyright (c) 2025 Faisal Muzzamil, Sulastri Sulastri, Muhammad Hasbi Maulana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/sish/article/view/680 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000