Analisis Resepsi Climate Crisis Pada Film Earth Defender Karya Kynantegar

Main Article Content

Muhamad Qois Indika Suherman
Rinta Arina Manasikana

Abstract

Krisis iklim merupakan isu global mendesak yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti deforestasi, peningkatan emisi gas rumah kaca, dan pemanasan global, yang berdampak serius terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat adat di Indonesia. Film pendek Earth Defender karya Kynantegar menampilkan representasi perjuangan masyarakat Dayak Iban di Sungai Utik dalam mempertahankan hutan Kalimantan dari kerusakan lingkungan, sehingga penting untuk memahami bagaimana audiens menerima dan memaknai pesan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi audiens terhadap representasi krisis iklim dalam film Earth Defender. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis resepsi Stuart Hall. Populasi penelitian meliputi individu yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, dengan metode penentuan sampel purposive dan jumlah sampel lima informan yang terdiri dari mahasiswa serta aktivis lingkungan dari Kalimantan dan Jawa Barat. Data diperoleh melalui dokumentasi film dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model resepsi Jensen dengan klasifikasi posisi Dominan/Hegemonik, Negosiasi, dan Oposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan berada pada posisi dominant-hegemonic reading, menerima pesan lingkungan sesuai maksud pembuat film. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus spesifik terhadap resepsi isu krisis iklim dalam film komunitas adat. Implikasi penelitian menegaskan bahwa film pendek dapat menjadi instrumen komunikasi efektif untuk meningkatkan kesadaran ekologis dan mendorong tindakan pelestarian lingkungan.

Article Details

How to Cite
Suherman, M. Q. I., & Manasikana, R. A. (2025). Analisis Resepsi Climate Crisis Pada Film Earth Defender Karya Kynantegar. Sanskara Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(01), 21–27. https://doi.org/10.58812/sish.v3i01.695
Section
Articles

References

Astawa, I. G. (2025). Ekolinguistik Kritis: Teori dan Penerapannya. Nilacakra.

Erlangga, R. S., Koswara, I., & Subekti, P. (2025). Pemanfaatan Film Dokumenter sebagai Media Komunikasi Krisis dalam Isu-isu Lingkungan. Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 8(1), 92–102.

Febriosa, S., Pratama, W. S., Mahdalena, Z., & Ikhwan, I. (2025). Analisis Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kualitas Lingkungan Hidup Dan Kehidupan Sosial Masyarakat. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 5(2), 2211–2221.

Hall, S. (1980). Codificar y decodificar. Cultura, Media y Lenguaje, 129–139.

IPCC. (2023). Climate Change 2023 Synthesis Report.

Philips, K. (2024). Praktik Jurnalisme Advokasi Dalam Film Dokumenter Prahara Sungai Cidurian Di Kampung Halaman Wapres Pada Suara. Com. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif ….

Purify, A., Kusman, A., Widodo, S., & Silitonga, F. (2024). Perubahan Iklim Dan Risiko Keamanan Nasional: Kajian Mengenai Kesiapsiagaan Pertahanan Indonesia. Jurnal Elektrosista, 12(1), 1–11.

Silvana, H. (2024). Pendidikan Literasi Digital Remaja Dalam Penerimaan Pesan Pada Media Sosial-Damera Press. Damera Press.