Pemetaan Bibliometrik Etnografi Sosio-Digital pada Studi Komunitas Daring
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental cara komunitas terbentuk, berinteraksi, dan memproduksi makna sosial dalam ruang daring. Transformasi ini mendorong lahirnya etnografi sosio-digital sebagai pendekatan metodologis yang mampu menjelaskan praktik sosial, budaya, dan relasi manusia–teknologi dalam ekosistem digital. Namun, pesatnya pertumbuhan publikasi dalam bidang ini juga menimbulkan fragmentasi pengetahuan dan kurangnya pemetaan keilmuan yang komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan literatur etnografi sosio-digital pada studi komunitas daring melalui pendekatan bibliometrik. Penelitian menggunakan basis data Scopus dengan analisis visualisasi ilmiah berbantuan VOSviewer, meliputi analisis jaringan kata kunci, tren temporal, kolaborasi penulis, institusi, dan negara, serta pemetaan densitas tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ethnography dan Digital Ethnography merupakan konsep inti yang mendominasi struktur intelektual bidang ini, dengan pergeseran tematik dari orientasi teknologi-sentris menuju pendekatan yang lebih humanistik dan berfokus pada pengalaman sosial-budaya pengguna. Selain itu, kolaborasi ilmiah bersifat global namun masih terpusat pada negara dan institusi tertentu di Global North. Studi ini menegaskan bahwa etnografi sosio-digital tidak hanya mempertahankan relevansi metodologisnya di era digital, tetapi juga terus berkembang sebagai jembatan konseptual antara kajian budaya, teknologi, dan komunitas daring, serta menyediakan dasar strategis bagi pengembangan riset lanjutan yang lebih inklusif dan kontekstual.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aria, M., & Cuccurullo, C. (2017). A brief introduction to bibliometrix. Journal of Informetrics, 11(4), 959–975.
Arianto, B. (2025). Pengantar metoda penelitian etnografi digital. Borneo Novelty Publishing.
Arianto, B., & Handayani, B. (2022). Media sosial dan program “jogo tonggo” pada masa pandemi Covid-19: Studi etnografi digital. Jurnal Dialogika: Manajemen Dan Administrasi, 4(1), 1–15.
Arianto, B., & Handayani, B. (2023). Media sosial sebagai saluran komunikasi. Unpublished Manuscript.
Bell, G., Blythe, M., & Sengers, P. (2005). Making by making strange: Defamiliarization and the design of domestic technologies. ACM Transactions on Computer-Human Interaction (TOCHI), 12(2), 149–173.
Bonilla, Y., & Rosa, J. (2015). # Ferguson: Digital protest, hashtag ethnography, and the racial politics of social media in the United States. American Ethnologist, 42(1), 4–17.
Bosch, T. E. (2009). Using online social networking for teaching and learning: Facebook use at the University of Cape Town. Communicatio: South African Journal for Communication Theory and Research, 35(2), 185–200.
Coleman, E. G. (2010). Ethnographic approaches to digital media. Annual Review of Anthropology, 39(1), 487–505.
Darono, A. (2022). Data Wrangling Dalam Administrasi Pajak Indonesia: Studi Etnografi Digital. Kajian Ekonomi Dan Keuangan, 6(1), 1–16.
Donthu, N., Kumar, S., Mukherjee, D., Pandey, N., & Lim, W. M. (2021). How to conduct a bibliometric analysis: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 133, 285–296.
Effendi, A. C., & Purwanto, L. (2021). Kajian Literatur: Etnografi Digital Sebagai Cara Baru Dalam Pencarian Data Dalam Proses Perencanaan Arsitektur. Aksen, 6(1), 19–31.
Febrianti, Y., & Fitria, K. (2020). Pemaknaan Dan Sikap Perilaku Body Shaming Di Media Sosial (Sebuah Studi Etnografi Digital Di Instagram) The Interpretation And Attitude Of Body Shaming Behavior On Social Media. Diakom: Jurnal Media Dan Komunikasi, 3(1).
Hollan, J., Hutchins, E., & Kirsh, D. (2000). Distributed cognition: toward a new foundation for human-computer interaction research. ACM Transactions on Computer-Human Interaction (TOCHI), 7(2), 174–196.
Kautsarina, K. (2018). Perkembangan riset etnografi di era siber: Tinjauan metode etnografi pada dark web. Masyarakat Telematika Dan Informasi: Jurnal Penelitian Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 8(2), 145–158.
Kristiyono, J., & Ida, R. (2019). Digital etnometodologi: Studi media dan budaya pada masyarakat informasi di era digital. Ettisal Journal of Communication, 4(2), 109–120.
Madianou, M., & Miller, D. (2013). Polymedia: Towards a new theory of digital media in interpersonal communication. International Journal of Cultural Studies, 16(2), 169–187.
Murthy, D. (2008). Digital Ethnography: An examination of the use of new technologies for social research. Sociology, 42(5), 837–855.
Postill, J., & Pink, S. (2012). Social media ethnography: The digital researcher in a messy web. Media International Australia, 145(1), 123–134.
Rosaliza, M., Asriwandari, H., & Indrawati, I. (2023). Field work: Etnografi dan etnografi digital. Jurnal Ilmu Budaya, 20(1), 74–103.
Sulianta, F. (2022). Netnografi: Metode penelitian etnografi digital pada masyarakat modern.
Usher, N. (2014). Making news at the New York times. University of Michigan Press.
Van Doorn, N. (2017). Platform labor: on the gendered and racialized exploitation of low-income service work in the ‘on-demand’economy. Information, Communication & Society, 20(6), 898–914.