Relevansi Pemikiran Kartini dalam Konstruksi Identitas Gender Perempuan di Era Digital

Main Article Content

Resha Yudhistira

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap kehidupan perempuan, terutama dalam cara mereka membangun dan menampilkan identitas gender di ruang publik. Kehadiran internet dan media sosial memberikan kesempatan yang lebih luas bagi perempuan untuk mengakses informasi, memperoleh pendidikan, mengekspresikan diri, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas sosial dan ekonomi. Perempuan masih menghadapi berbagai bentuk konstruksi gender yang memengaruhi posisi dan identitas mereka di masyarakat. Penelitian bertujuan menganalisis relevansi pemikiran Raden Ajeng Kartini dalam memahami konstruksi identitas gender perempuan di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi literatur (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa karya R.A. Kartini yang termuat dalam Habis Gelap Terbitlah Terang serta berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang membahas Kartini, gender, serta perempuan di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartini mengkritik berbagai bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan pada masa kolonial, seperti keterbatasan pendidikan, tradisi pingitan, praktik perkawinan yang tidak setara, dan budaya patriarki. Kartini menempatkan pendidikan sebagai sarana penting untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan. Di era digital, perempuan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengakses pengetahuan, menyampaikan gagasan, membangun identitas, dan berpartisipasi dalam ruang publik. Berbagai stereotip dan konstruksi gender masih terus memengaruhi kehidupan perempuan. Penelitian menyimpulkan bahwa pemikiran Kartini tetap relevan sebagai landasan untuk memahami perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan, kebebasan berekspresi, dan pengakuan sosial di era digital.

Article Details

How to Cite
Yudhistira, R. (2026). Relevansi Pemikiran Kartini dalam Konstruksi Identitas Gender Perempuan di Era Digital. Sanskara Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(03), 251–264. https://doi.org/10.58812/sish.v3i03.849
Section
Articles

References

Anugraheny, R. (2024). Ideologi Dalam Kumpulan Surat R. A. Kartini Pada Tahun 1899- 1904: Analisis Wacana Kritis. Journal of Scientech Research and Development, 6(2), 30–40. https://doi.org/https://doi.org/10.56670/jsrd.v6i2.466

Apdillah, D., Zebua, R. B., Idham, M., & Anhar, I. (2022). Teknologi Digital di Dalam Kehidupan Masyarakat. Jurnal Selodang Mayang, 8(2), 101–107. https://doi.org/https://doi.org/10.47521/selodangmayang.v8i2.247

Arifah, N. K., & Novita, A. (2023). Pendidikan dan Nasionalisme: Analisis Pemikiran Raden Ajeng Kartini Sebagai Pahlawan Emansipasi Perempuan. Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman, 11(2), 314–323. https://doi.org/https://doi.org/10.52185/kariman.v11i2.362

Dahyoko, W., Anjani, A. G., Kartika, E. D., Aisyah, N., Saputra, A. H., & Erni, S. (2024). Kesetaraan Gender di Era Globalisasi Pada Peran Perempuan Dalam Menghadapi Era Digital. Journals of Indonesian Multidisciplinary Research, 3(1), 26–38. https://doi.org/https://doi.org/10.61291/sq1kj611

Dinata, B. (2025). Tubuh, Gender, dan Agensi: Kajian Antropologi Visual tentang Representasi Perempuan di Media Sosial. Nizamiyah: Jurnal Sains, Sosial, Dan Multidisiplin, 1(1), 57–71. https://doi.org/https://doi.org/10.64691/nizamiyah.v1i1.40

Fahrudin, A., Huraerah, A., Ishak, A. S., Daud, A. I. bin A., Susilowati, E., Mas’ud, F., Zaini, F., Yusuf, H., Hindarsah, I., Andriyani, L., Herlina, M., Septina, N., Hanafiah, N. M. A., Rose, N. N., Mohammad, N. H., Aini, N., Purnamasari, O., Sakroni, Adawiyah, S. El, … Jamaluddin, Z. (2022). Dinamika Gender dan Perubahan Sosial. Widina Media Utama.

Febrianti, A., & Author, C. (2025). Konstruksi Gender dalam Narasi Film Kartini Karya Hanung Bramantyo. Indonesian Journal of Linguistics, 2(1), 34–43. https://doi.org/https://doi.org/10.33005/ijl.v2i1.33

Herlianti, M., Humaira, A., Surga, F. A., Sununianti, V. V., Istiqomah, & Kurniawan, D. A. (2026). Performativitas Gender dan Identitas diri dalam film Lovely Man: Perspektif Judith Butler Meza. Urnal Ilmu Sosial & Hukum Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 4658–4666. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6055

Irawan, M. B., Rifqi, M. J., Sallimah, D. F., & Affandi, A. P. (2025). Analisis Feminisme Libaral Terhadap Praktik Lamaran Ganjuran di Desa Mayong, Lamongan. FAMILIA: Jurnal Hukum Keluarga, 6(1), 42–64.

Isnawati, R., & Isnaini, E. (2022). Feminisme Islam dalam Perspektif Raden Ajeng Kartini. Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy, 4(1), 41–62. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/ijitp.v4i1.11554

Kartini, R. A. (1922). Habis gelap terbitlah terang. Balai Pustaka.

Kenoba, M. O., & Djandon, M. G. (2024). Historiographical Distortion of R.A Kartini’s Heroism in a Feminist Sociological Perspective. Santhet: Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora, 8(1), 810–819. https://doi.org/10.36526/js.v3i2.3738

Maulida, A. I., Cristi, S. D., Ramadhan, B. Z., & Nugrahehi, L. (2025). Implementasi Nilai Perjuangan dalam Tokoh Raden Ajeng Kartini Sebagai Pilar Kesetaraan Gender pada Era Globalisasi. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP UUniversitas Mandiri, 11(234–249). https://doi.org/https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i02.6565

Nurseha, I., & Arafat, F. (2024). Ketimpangan Gender dalam Keputusan Rumah Tangga: Studi Interseksi Ekonomi, Pendidikan, dan Konstruksi Sosial. MASADIR: Jurnal Hukum Islam, 4(2), 947–967. https://doi.org/https://doi.org/10.33754/masadir.v4i02.1343

Padang, B., Parhamah, W. P., Kinanti, A. D., Tarigan, T. I., & Wijaya, S. H. (2025). Pendidikan Wanita Pribumi di Jawa Tengah Masa Kolonial Tahun 1877-1940. Jejak Pustaka.

Rahmawati, L., Hasanah, W., Agustin, M., Putri, F. A., & Faruq. (2023). Stereotip Gender dan Kesejahteraan Perempuan. Ijougs: Indonesia Journal of Gender Studies, 4(2), 1–20. https://doi.org/https://doi.org/10.21154/ijougs.v4i2.6880

Safrina, S., Sirozi, M., Abdurrahmansyah, Dewi, M., & Kirana, C. (2026). Pendidikan sebagai Instrumen Emansipasi menuju Masyarakat Berkeadilan Sosial. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(1), 4696–4700. https://doi.org/https://doi.org/10.62710/w3a7gw35

Salsabila, A. A., & Nur, H. (2025). Representasi Diri di Sosial Media : Antara Identitas Nyata dan Identitas Virtual. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(4), 5601–5620. https://doi.org/https://doi.org/10.56799/peshum.v4i4.9244

Samsul, A. S., Heriansyah, D., Hasadiqi, M. H., Tiara, A. A., & Fikriyah, A. (2024). Feminisme Digital : Kedudukan Perempuan Perspektif Islam. El-Fikr: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, 5(2), 99–108. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/el-fikr.v5i2.24234

Saputro, G. E., Wildan, M., & Nurmasitah, S. (2025). Rezim Kebenaran Gender Raden Ajeng R.A Kartini: Diskursus Kebenaran dan Desain Kesetaraan Gender Museum R.A Kartini Rembang. Jurnal Dasarupa, 07(01), 7–24. https://doi.org/https://doi.org/10.52005/dasarrupa.v7i1.383

Suhada, D. N. (2021). Feminisme dalam Dinamika Perjuangan Kesetaraan Gender di Indonesia. Ndonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 3(1), 15–27. https://doi.org/https://orcid.org/0000-0002-4049-6210

Susanto, R. (2021). Kartini: Guru Emansipasi Perempuan Nusantara. Penerbit Marja.

Ulfah, D., Efendi, A., & Hartono. (2025). “Belenggu Emas” sebagai Pergulatan Identitas Perempuan dalam Konteks Kolonial: Analisis Sara Mills. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 11(2), 1508–1519. https://doi.org/https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5571