Analisis Manajemen Pelayanan dan Penanganan Hambatan Operasional Warga Binaan Sosial (WBS) di PSBI Bangun Daya 2

Main Article Content

Diana Dwi Hendrani
Dian Triana Putri
Meyla Vika Kamila
Fathin Febrianti Sutrisno
Riswano Riswano

Abstract

Manajemen pelayanan panti sosial pintu pertama (shelter) sering kali dihadapkan pada krisis kapasitas operasional (overcapacity) ekstrim dan hambatan administrasi kependudukan yang menghambat pemenuhan hak dasar serta alur mutasi Warga Binaan Sosial (WBS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan mikro dan makro adaptif pekerja sosial dalam mengelola pelayanan darurat di tengah keterbatasan fasilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari Kepala Divisi Pembinaan, staf keamanan senior, dan satu sampel WBS lansia berusia 62 tahun di PSBI Bangun Daya 2, Ceger, Jakarta Timur. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi yang dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kualitatif melalui tahapan transkripsi, reduksi, kategorisasi matriks tematik, dan penarikan kesimpulan. Simpulan utama menunjukkan bahwa panti mampu mempertahankan stabilitas sosio medis WBS melalui konversi skrining kesehatan menjadi siklus menu gizi dan pemanfaatan biometrik Dukcapil untuk memulihkan identitas hukum. Kebaruan penelitian ini terletak pada eksplorasi tindakan penanganan krisis jangka pendek di panti penampungan sementara (shelter) negara berkembang yang mengintegrasikan layanan medis, biometrik, dan jaringan lokal. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada sosiologi organisasi pelayanan darurat, serta rekomendasi praktis bagi Dinas Sosial DKI Jakarta dalam menyusun SOP mitigasi overcapacity dan regulasi amnesti birokrasi asuransi kesehatan PMKS terlantar.

Article Details

How to Cite
Hendrani, D. D., Dian Triana Putri, Meyla Vika Kamila, Fathin Febrianti Sutrisno, & Riswano, R. (2026). Analisis Manajemen Pelayanan dan Penanganan Hambatan Operasional Warga Binaan Sosial (WBS) di PSBI Bangun Daya 2. Sanskara Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(03), 356–365. https://doi.org/10.58812/sish.v3i03.879
Section
Articles

References

Bahrudin, E. A. A., & Hamid, A. (2025). Pemenuhan kebutuhan dasar lanjut usia terlantar di lembaga Kesejahteraan Sosial Pondok Berdikari Tangerang. Sosial Simbiosis : Jurnal Integrasi Ilmu Sosial Dan Politik, 2(2), 42–52. https://doi.org/10.62383/sosial.v2i2.1427

Basuki, W. (2018). Faktor-faktor penyebab kesepian terhadap tingkat depresi pada lansia penghuni panti Sosial Tresna Werdha Puri Kota Samarinda. Psikoborneo, 3(2), 122–136.

Bustan, R., & Halim, D. (2012). Pelayanan konseling pada warga binaan sosial di Panti Sosial Bangun Daya I – Kedoya Jakarta Barat. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 1(3), 158. https://doi.org/10.36722/sh.v1i3.65

Erving Goffman. (1961). Asylums: Essays on the Social Situation of Mental Patients and Other Inmates.

Gea, Y. K., Raharjao, S. T., Ginanjar, G., & Basar, K. (2024). Analisis Program Pelayanan Sosial Lanjut Usia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta. 15, 183–194.

J. A. Smith. (2022). Homelessness, biometrics, and the state: Digital identity recovery in emergency shelters. Urban Studies Review, 59(4), 782–801. https://doi.org/https://www.google.com/search?q=https%3A%2F%2Fdoi.org%2F10.1177%2F00420980211043210

Lipsky, M. (2010). Street-Level Bureaucracy: Dilemmas of the Individual in Public Service.

Mahmuda, U., & Jalal, M. (2021). Dukungan Sosial Dalam Menumbuhkan Kebermaknaan Hidup Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 – Jakarta Selatan. 8(2).

Netto, Emejulu, & M. (2020). Crisis management in temporary social shelters: Resource utilization and cross-sectoral collaboration. Journal of Social Policy, 49(2), 315–334. https://doi.org/https://www.google.com/search?q=https%3A%2F%2Fdoi.org%2F10.1017%2FS004727941900045X

Ramadhani, P. E., Hj, D., Krisnani, H., Studi, P., Kesejahteraan, I., Ilmu, F., & Politik, I. (2019). Analisis dampak perceraian orang tua terhadap anak remaja. Jurnal Pekerja Sosial, 2, 109–119.

Ramadhani, W. S., Sulastri, S., & Nurhaqim, S. A. (2017). Proses rehabilitasi sosial wanita tuna susila di Balai Rehabilitasi Sosial Karya Wanita (BRSKW) Palimanan Kabupaten Cirebon. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 241–245. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i2.14292

Safitri, A. (2015). Panti Sosial Tresna Werdha Kota Pontianak. 3, 194–213.

Triwanti, S. P., & Gutama, A. S. (2014). Meningkatkan Kesejahteraan Lansia.