Peran Lembaga Adat dalam Pengendalian Sosial dan Penyelesaian Konflik antara Masyarakat Adat dan Perusahaan Berbasis Falsafah Fiil Pesenggiri di Kabupaten Tulang Bawang Barat

Main Article Content

Sahrul Ari Irawan
Sumaryo Gitosaputro
Kordiyana K Rangga
Yuniar Aviaty Syarief

Abstract

Konflik antara masyarakat adat dan perusahaan masih menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya agraria sehingga diperlukan mekanisme penyelesaian yang tidak hanya mengedepankan aspek hukum formal, tetapi juga nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran lembaga adat dalam menjalankan fungsi pengendalian sosial dan mekanisme penyelesaian konflik antara masyarakat adat dan perusahaan berdasarkan falsafah Fiil Pesenggiri di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih secara purposive sebanyak 23 orang yang terdiri atas tokoh adat, pemerintah, perusahaan, masyarakat adat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga adat berperan sebagai mediator sekaligus institusi pengendalian sosial melalui internalisasi nilai-nilai Fiil Pesenggiri. Nilai Nemui Nyimah menjadi instrumen yang paling operasional dalam membangun komunikasi dan mediasi, sedangkan Nengah Nyepur, Sakai Sambayan, Pesenggiri, dan Bejuluk Beadek saling melengkapi dalam memperkuat musyawarah, gotong royong, tanggung jawab moral, dan pembentukan karakter masyarakat. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan model pengendalian sosial berbasis Fiil Pesenggiri yang menempatkan Nemui Nyimah sebagai inti mekanisme resolusi konflik.

Article Details

How to Cite
Irawan, S. A., Gitosaputro, S., Rangga, K. K., & Syarief, Y. A. (2026). Peran Lembaga Adat dalam Pengendalian Sosial dan Penyelesaian Konflik antara Masyarakat Adat dan Perusahaan Berbasis Falsafah Fiil Pesenggiri di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sanskara Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(03), 282–302. https://doi.org/10.58812/sish.v3i03.936
Section
Articles

References

Alwajir, D. Q. (2018). Manajemen konflik: Suatu pendekatan psikologi, komunikasi, dan pendidikan. Deepublish.

Amran, A. (2018). Penyelesaian sengketa tanah ulayat melalui lembaga adat di minangkabau sumatera barat. Jurnal hukum acara perdata adhaper, 3(2), 110–119.

Arizona, Y. (2010). Antara teks dan konteks: Dinamika pengakuan hukum terhadap hak masyarakat adat atas sumber daya alam di Indonesia. Huma : Jakarta.

Dewi, N. K. R. K. (2025). Analisis kritis teori kontrol sosial dan aplikasinya dalam pencegahan kejahatan komunitas. Jurnal Aktual Justice, 10(1), 79–93. https://doi.org/10.70358/aktualjustice.v10i1.1504

Fisher, S., Abdi, D. I., Ludin, J., Smith, R., Williams, S., & Williams, S. (2001). Working with Conflict: Skills and Strategies for Action. Zed books. New York.

Hadikusuma, H. (1989). Masyarakat dan adat-budaya Lampung. Mandar Maju : Bandung.

Irawan, S. A. (2024). Strategi penyelesaian konflik masyarakat (Kasus konflik masyarakat adat Marga Tegamoan di Kabupaten Tulang Bawang Barat). Universitas Lampung : Bandar Lampung.

Irawan, S. A., Safitri, Y., & Abdurrokhim, M. (2025). Faktor Pemberdayaan Sosial Masyarakat terhadap Konflik Sosial Masyarakat dengan Perusahaan Agribisnis PT Huma Indah Mekar Kabupaten Tulang Bawang Barat Factors of Community Social Empowerment Towards Social Conflict Between Communities and Agribusiness Co. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 11(2), 3805–3816. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.25157/ma.v11i2.19542

Khairuman, M. F., Azwardi, A., Nurdahyanti, N., & Simangunsong, A. S. (2024). Peran Komunikasi Dalam Penyelesaian Konflik. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 4(2), 204–212. https://doi.org/10.56832/mudabbir.v4i2.586

Koentjaraningrat, K. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi Baru). PT. Penerbit Rineka Cipta : Jakarta.

Leandro, V., & Camus. (2012). The legacy of social conflicts over property rights in rural Brazil and Mexico: Current land struggles in historical perspective. The Journal of Peasant Studies, 39(5), 31–62. https://doi.org/10.1080/03066150.2011.653345

Lois, A., Febrian, H., & Taufiqurrohman, S. (2024). Konfigurasi Politik Hukum Adat Di Indonesia: Studi Sejarah, Regulasi Dan Implementasi. Jurnal BATAVIA, 1(6), 292–300. https://doi.org/10.64578/batavia.v1i6.97

Nikolaus, E., & Rade, S. D. (2025). Alternatif Penyelesaian Sengketa Melalui Lonto Leok Di Manggarai. Jurnal Retentum, 7(1), 9–19. https://doi.org/http://jurnal.universitasdarmaagung.ac.id/retentum/article/view/5593

Ningtias, S. E. A. (2025). Transformasi Hukum Adat dalam Tata Kelola Masyarakat Masa Kini. Jurnal Kajian Hukum, 1(1), 30–37. https://doi.org/https://publikasi.nexusjurnal.com/index.php/jkh/article/view/21

North, D. C. (1990). Institutions, institutional change and economic performance. Cambridge University Press : Inggris.

Ostrom, E. (1990). Governing the Commons: The Evolution of Institutions for Collective Action. Cambridge University Press. Inggris.

Parsons, T. (2013). The social system. Routledge.

Peluso, N. L., & Christian, L. (2011). New Frontiers of Land Control: Introduction. Journal of Peasant Studies, 38(4), 667–681. https://doi.org/10.1080/03066150.2011.607692

Putnam, R. D., Nanetti, R. Y., & Leonardi, R. (1994). Making Democracy Work : Civic Traditions in Modern Italy. Princeton University Press.

Rahman, N., & Afif, M. N. (2025). Revitalisasi Nilai-Nilai Piil Pesenggiri sebagai Kearifan Lokal dalam Ketahanan Budaya Lampung Novri Rahman 1 *. Advances In Education Journal, 2(2), 910–916. https://doi.org/https://journal.al-afif.org/index.php/aej/article/view/298

Sayuti, R. H., Mulyawati, S., Juniarsih, N., Nurjannah, S., & Hadi, A. P. (2024). Modal sosial dan pembangunan masyarakat. Yayasan Sahabat Alam Rafflesia : Yogyakarta.

Shabina, K. M., & Djuyandi, Y. (2026). Konflik Agraria antara Masyarakat dan PT Perkebunan Nusantara sebagai Potensi Kerawanan Sosial di Jawa Barat. Public Knowledge, 3(1), 1–15. https://doi.org/http://journal.djava.co.id/index.php/pk/article/view/32

Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Soekanto, S. (2012). Sosiologi: suatu pengantar. Rajawali Pers : Tanggerang.

Soepriyadin, A., Ihlas, I., Ilham, I., & Hikmah, H. (2025). Kolaborasi Bhabinkamtibmas dan Lembaga Adat Desa Dalam Upaya Mediasi Tindak Pidana Kekerasan Anak di Desa Karamabura Dompu. SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah Dan Hukum, 9(1), 37–50. https://doi.org/10.52266/sangaji.v9i1.4156

Sudianto, S., & Kinurung Maleh, D. T. (2025). Ngitus Bali Sebagai Kontrol Sosial Di Desa Murutuwu: Kajian Sosiologis-Teologis terhadap Kearifan lokal Dayak Ma’anyan Kristen Indonesia. Jurnal Teologi Pambelum, 4(2), 134–149. https://doi.org/10.59002/jtp.v4i2.61

Sulistyaningsih, R. (2021). Reforma agraria di indonesia. Perspektif: Kajian Masalah Hukum Dan Pembangunan, 26(1), 57–64. https://doi.org/10.30742/perspektif.v26i1.753

Susanto, M. C. F., & Gaol, H. S. L. (2025). Meninjau Kembali Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat Berlandaskan Asas Musyawarah Mufakat. Sapientia Et Virtus, 10(1), 559–581.

Wiradi, G., & Moh, S. (2009). Seluk Beluk Masalah Agraria: Reforma Agraria dan Penelitian Agraria. Yogyakarta: STPN Press.

Yusuf, J. H. (2026). Konflik Sosial Area Lingkar Tambang Di Wilayah Maluku Utara. Jurnal Dinamis, 2(2), 36–56. https://doi.org/10.33387/dinamispips

Zehr, H. (2002). The Little Book of Restorative Justice. Good Books.