Pemetaan Jaringan Kolaborasi dan Tren Tematik Penelitian Absorptive Capacity: Pendekatan Bibliometrik

Main Article Content

Loso Judijanto
Taufik Harahap

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan bibliometrik, penelitian in⁠i bertujuan untuk mengidentifikasi tren tem⁠atik dalam kajian kapasitas absorpsi dan mengidentifikasi jaringan kolaborasi ilmiah. Metode co-occurrence, co-author⁠ship, dan co-citation digunakan untuk menganalisis data penelitian, yang d⁠iambil dari basis dat⁠a Scopus. Selain itu, VOSviewer dan Bibliometrix dig⁠unakan untuk melakukan visualisasi overlay. Hasil pen⁠elitian menunjukkan ba⁠hwa kapasitas pe⁠nerimaan adalah konsep dasar⁠ yang⁠ terkait e⁠rat dengan inovasi, transfer pengetahuan, dan pembelajara⁠n organisasi. Pemetaan yan⁠g dilakukan oleh pen⁠ulis, institusi, dan negara menunjukkan struktur jejaring yang rumit dengan Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris sebagai pusat penelitian global.Menurut analisis temporal, fokus penelitian telah berubah dari pembelajaran i⁠n⁠ternal ke transfer teknologi dan inovasi terbuka. Studi ini tidak hanya memberik⁠an kontribusi⁠ signifikan untuk pembanguna⁠n teori dan praktik, tetapi juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut tentang kemampuan dinamis dalam konteks digitalisasi dan kerja sama globa⁠l.

Article Details

How to Cite
Judijanto, L., & Harahap, T. (2025). Pemetaan Jaringan Kolaborasi dan Tren Tematik Penelitian Absorptive Capacity: Pendekatan Bibliometrik. Sanskara Manajemen Dan Bisnis, 4(01), 38–49. https://doi.org/10.58812/smb.v4i01.686
Section
Articles

References

Aria, M., & Cuccurullo, C. (2017). bibliometrix: An R-tool for comprehensive science mapping analysis. Journal of Informetrics, 11(4), 959–975.

Bathelt, H., Malmberg, A., & Maskell, P. (2004). Clusters and knowledge: local buzz, global pipelines and the process of knowledge creation. Progress in Human Geography, 28(1), 31–56.

Camisón, C., & Forés, B. (2010). Knowledge absorptive capacity: New insights for its conceptualization and measurement. Journal of Business Research, 63(7), 707–715.

Cohen, W. M., & Levinthal, D. A. (1990). Absorptive capacity: A new perspective on learning and innovation. Administrative Science Quarterly, 35(1), 128–152.

Flatten, T. C., Greve, G. I., & Brettel, M. (2011). Absorptive capacity and firm performance in SMEs: The mediating influence of strategic alliances. European Management Review, 8(3), 137–152.

Jansen, J. J. P., Van Den Bosch, F. A. J., & Volberda, H. W. (2005). Managing potential and realized absorptive capacity: how do organizational antecedents matter? Academy of Management Journal, 48(6), 999–1015.

Lane, P. J., Koka, B. R., & Pathak, S. (2006). The reification of absorptive capacity: A critical review and rejuvenation of the construct. Academy of Management Review, 31(4), 833–863.

Lane, P. J., & Lubatkin, M. (1998). Relative absorptive capacity and interorganizational learning. Strategic Management Journal, 19(5), 461–477.

Mowery, D. C., Oxley, J. E., & Silverman, B. S. (1996). Strategic alliances and interfirm knowledge transfer. Strategic Management Journal, 17(S2), 77–91.

Reagans, R., & McEvily, B. (2003). Network structure and knowledge transfer: The effects of cohesion and range. Administrative Science Quarterly, 48(2), 240–267.

Szulanski, G. (1996). Exploring internal stickiness: Impediments to the transfer of best practice within the firm. Strategic Management Journal, 17(S2), 27–43.

Tsai, W. (2001). Knowledge transfer in intraorganizational networks: Effects of network position and absorptive capacity on business unit innovation and performance. Academy of Management Journal, 44(5), 996–1004.

Volberda, H. W., Foss, N. J., & Lyles, M. A. (2009). Absorbing the Concept of Absorptive Capacity.

West, J., & Bogers, M. (2014). Leveraging external sources of innovation: A review of research on open innovation. Journal of Product Innovation Management, 31(4), 814–831.

Zahra, S. A., & George, G. (2002). Absorptive capacity: A review, reconceptualization, and extension. Academy of Management Review, 27(2), 185–203.