Pemetaan Jaringan Kolaborasi dan Tren Tematik Penelitian Absorptive Capacity: Pendekatan Bibliometrik
Main Article Content
Abstract
Dengan menggunakan pendekatan bibliometrik, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren tematik dalam kajian kapasitas absorpsi dan mengidentifikasi jaringan kolaborasi ilmiah. Metode co-occurrence, co-authorship, dan co-citation digunakan untuk menganalisis data penelitian, yang diambil dari basis data Scopus. Selain itu, VOSviewer dan Bibliometrix digunakan untuk melakukan visualisasi overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas penerimaan adalah konsep dasar yang terkait erat dengan inovasi, transfer pengetahuan, dan pembelajaran organisasi. Pemetaan yang dilakukan oleh penulis, institusi, dan negara menunjukkan struktur jejaring yang rumit dengan Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris sebagai pusat penelitian global.Menurut analisis temporal, fokus penelitian telah berubah dari pembelajaran internal ke transfer teknologi dan inovasi terbuka. Studi ini tidak hanya memberikan kontribusi signifikan untuk pembangunan teori dan praktik, tetapi juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut tentang kemampuan dinamis dalam konteks digitalisasi dan kerja sama global.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aria, M., & Cuccurullo, C. (2017). bibliometrix: An R-tool for comprehensive science mapping analysis. Journal of Informetrics, 11(4), 959–975.
Bathelt, H., Malmberg, A., & Maskell, P. (2004). Clusters and knowledge: local buzz, global pipelines and the process of knowledge creation. Progress in Human Geography, 28(1), 31–56.
Camisón, C., & Forés, B. (2010). Knowledge absorptive capacity: New insights for its conceptualization and measurement. Journal of Business Research, 63(7), 707–715.
Cohen, W. M., & Levinthal, D. A. (1990). Absorptive capacity: A new perspective on learning and innovation. Administrative Science Quarterly, 35(1), 128–152.
Flatten, T. C., Greve, G. I., & Brettel, M. (2011). Absorptive capacity and firm performance in SMEs: The mediating influence of strategic alliances. European Management Review, 8(3), 137–152.
Jansen, J. J. P., Van Den Bosch, F. A. J., & Volberda, H. W. (2005). Managing potential and realized absorptive capacity: how do organizational antecedents matter? Academy of Management Journal, 48(6), 999–1015.
Lane, P. J., Koka, B. R., & Pathak, S. (2006). The reification of absorptive capacity: A critical review and rejuvenation of the construct. Academy of Management Review, 31(4), 833–863.
Lane, P. J., & Lubatkin, M. (1998). Relative absorptive capacity and interorganizational learning. Strategic Management Journal, 19(5), 461–477.
Mowery, D. C., Oxley, J. E., & Silverman, B. S. (1996). Strategic alliances and interfirm knowledge transfer. Strategic Management Journal, 17(S2), 77–91.
Reagans, R., & McEvily, B. (2003). Network structure and knowledge transfer: The effects of cohesion and range. Administrative Science Quarterly, 48(2), 240–267.
Szulanski, G. (1996). Exploring internal stickiness: Impediments to the transfer of best practice within the firm. Strategic Management Journal, 17(S2), 27–43.
Tsai, W. (2001). Knowledge transfer in intraorganizational networks: Effects of network position and absorptive capacity on business unit innovation and performance. Academy of Management Journal, 44(5), 996–1004.
Volberda, H. W., Foss, N. J., & Lyles, M. A. (2009). Absorbing the Concept of Absorptive Capacity.
West, J., & Bogers, M. (2014). Leveraging external sources of innovation: A review of research on open innovation. Journal of Product Innovation Management, 31(4), 814–831.
Zahra, S. A., & George, G. (2002). Absorptive capacity: A review, reconceptualization, and extension. Academy of Management Review, 27(2), 185–203.